Rahasia Kunci untuk Menjadi Pribadi yang Penuh dengan Keberhasilan

Setiap orang menginginkan menjadi pribadi yang berhasil atau sukses dalam kehidupannya. Oleh karena itu setiap orang terus berusaha mencari cara untuk bisa menjadi orang yang berhasil.

Tidak semua orang bisa menjadi pribadi yang berhasil dan sukses. Ini menjelaskan bahwa untuk menjadi pribadi yang berhasil itu tidaklah mudah. Sebab, kalau mudah atau gampang maka semua orang akan menjadi orang-orang yang berhasil.

Ukuran Berhasil

Seperti apa orang yang berhasil itu? Apa yang menjadi ukuran untuk menentukan seseorang termasuk berhasil dalam pekerjaan, aktifitasnya atau bahkan dalam kehidupannya?

 

Rahasia Kunci Keberhasilan
Rahasia Kunci Keberhasilan

 

Menurut https://828bet.net/ rang yang berhasil itu adalah yang menjalankan kehidupannya dengan tujuan yang jelas dan mampu mewujudkan tujuan yang sudah ditetapkannya

Jadi, untuk menilai seseorang itu berhasil dan sukses atau gagal, harus difahami apa yang menjadi tujuan maupun target yang ingin dicapainya. Tentu saja ukuran dari target itu menjadi sangat penting sebagai dasar menilai keberhasilannya. Sangat mungkin capainnya 100% atau kurang dari 100%, atau bisa juga melebihi 100%.

Contoh yang sangat sederhana dan aktual saat ini adalah, Pemerintah Indonesia menetapkan salah satu sukses Asian Gaames 2018 adalah memperoleh Medali Emas minimal 16 sampai dengan 21 Medali, dan masuk dalam kategori 10 besar Negara peserta Asian Games 2018.

Nah, hingga Rabu, 29 Agutus 2018, Tim Indonesia telah mengumpulkan Medali Emas sebanyak 30 medali. Ini artinya, tujuan atau targetnya tercapai bahkan lebih dari 100%. Oleh karena itu, Indonesia mampu mewujudkan salah satu ukuran sukses Asian Games 2018, dan Indonesia termasuk Negara Berhasil.

Menetapkan Keberhasilan

Perbedaan setiap orang untuk mencapai keberhasilan itu terletak pada kemampuan untuk menetapkan apa yang menjadi tujuan/mimpi/cita-cita yang hendak diwujudkannya.

Kenyataan yang ada dan dialami oleh banyak orang, tidak memiliki tujuan hidup. Kalaupun ada tujuannya, tetapi tidak jelas, abu-abu, antara ya dan tidak. Akibatnya adalah tidak menyadari apa yang dilakukan setiap hari, arah hidupnya tidak jelas, tidak memiliki fokus, dan pemanfaatan sumberdaya yang dimiliki tidak optimal bahkan cenderung menjadi sia-sia dan mubazir. Ibaratnya, seperti kapal yang tidak memiliki kompas, penunjuk arah yang mau dituju, akibatnya kapal itu hanya akan berputar-putar saja di lautan lepas dan luas, dan sangat mungkin akan bertabrakan, karam bahkan tenggelam.

Sebaliknya, orang yang dengan sungguh-sungguh menyadari pentingnya hidup ini akan merumuskan apa yang menjadi tujuan hidup yang harus dicapainya, secara jelas, realistis, terukur, dan sanggup mencapainya. Maka dipastikan seluruh sumberdaya yang dimilikinya, tenaga, waktu, pengetahuan, ketrampilannya akan dikumpulkan sebagai modalnya agar tujuan dan mimpinya bisa diwujudkan tepat waktu.

Setiap orang pasti memiliki tujuan yang berbeda-beda, dan oleh karenanya keberhasilan yang dicapai setiap orang juga berbeda-beda. Artinya, keberhasilan seseorang tidak bisa dipakai untuk mengukur keberhasilan orang lain, sebab memang tidak cocok dan sesuai. Kesalahan yang sering sekali dilakukan banyak orang adalah “membanding -bandingkannya dengan orang lain tanpa faham betul tujuan hidup orang lain itu”.

Jangan Nato, Nado dan Naco

Menjadi pribadi yang berhasil dan sukses tidaklah muncul dengan sendirinya, tetapi harus melalui proses yang pembelajaran kehidupan yang panjang dan tentu saja bertahap. Seseorang yang dianggap termasuk berhasil dan sukses itu dipastikan telah melalui proses dan tahapan yang penuh dengan suka-duka, up and down, jatuh-bangun, susah-senang, bahkan mungkin saja dengan keringat dan air mata.

Memang perlu dan menjadi penting untuk mendengar dan mempelajari pengalaman orang sudah berhasil, terutama mencari jawaban terhadap pertanyaan “bagaimana bertahan dalam proses yang panjang dan sulit?”, atau “apa pilihan sikap hidup yang diambil ketika mengalami kesulitan dan hambatan-hambatan?”.

Perlu disadari bahwa ada “jarak-waktu” antara keadaan sekarang dengan tujuan yang mau dituju oleh setiap orang. Jarak ini bisa sangat jauh, namun bisa juga sangat dekat. Yang menarik adalah bahwa ada banyak faktor yang mengganggu jarak itu, sehingga sangat mungkin seseorang tak pernah sampai ke tujuannya karena faktor pengganggu itu. Yang dibutuhkan adalah kenali dengan cermat faktor-faktor pengganggu itu.

Ada tiga faktor unik yang menjadi faktor penghambat seseorang untuk sampai ke tujuan akhir sebagai target keberhasilannya. Ketiga faktor itu kita sebut saja sebagai NATO, NADO dan NACO.

NATO singkatan dari kata-kata “Not Action Talk Only”. Menunjukkan kebiasaan orang yang terlalu banyak bicara dan omong tetapi miskin tindakan. Sering mengumbar bicara dan janji-jani saja tetapi tidak pernah berusaha meuwujudkannya. Cenderung merasa paling tahu banyak hal dalam segala hal. Bila orang memelihara kebiasaan ini maka dipastikan dia tidak pernah berhasil sampai ketujuan akhirnya.

NADO merupakan singkatan dari kata-kata “Not Action Dream Only”. Faktor kedua ini merupakan kebiasaan orang yang masih tidak berorientasi pada tindakan nyata, karena waktunya lebih banyak untuk bermimpi, mengkhayal dan membayangkan terus masa depan yang indah-indah saja. Seorang “nado” hanya mampu memproduksi Visi tetapi tanpa tindakan nyata, sehingga boleh dikatakan “mimpi doang”. Jenis – jenis orang yang laksana ini tidak begitu tidak sedikit membantu guna merubah suasana jadi yang lebih baik, walaupun banyak orang yang suka dengar mimpi-mimpi indahnya saja tetapi namanya juga mimpi, ya tidak pernah jadi nyata, karena orang yang seperti ini tidak akan tahu bagaimana harus mengeksekusinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *